Patah hati teramat sakit dirasakan saat kekecewaan melanda 2 insan yang di anugerahi cinta. Patah hati terjadi karena adanya hal hal yang tidak dapat diterima oleh salah satu pihak, sehingga terjadilah perpisahan antara pasangan tersebut. Pasangan di sini dalam konteks hubungan pra nikah, jadi belum ada ikatan apapun yang mengekang pihak manapun.
Dalam suatu hubungan antar lawan jenis untuk ke jenjang pernikahan, biasanya banyak terjadi konflik-konflik yang membuat rencana rencana indah yang pernah di sepakati menjadi kacau. Dan biasanya hal itu hanya diawali dengan masalah masalah sepele yang tidak penting untuk dipersoalkan. Kemudian masalah itu kian merambat seiring emosi yang membara dan menimbulkan masalah masalah baru yang berupa tuduhan tuduhan tak berbukti. Emosi itu membuat seseorang tidak dapat mengontrol perilaku dan tutur katanya, sehingga dapat melukai hati pasangannya.
Hal diatas menggagalkan rencana rencana yang telah indah diracik bersama. Sang pesangan pun kecewa dengan sifat yang tidak terkontrol. Dia takut saat menikah nanti akan menerima pelampiasan emosi yang lebih besar dari ini. Sehingga hubunganpun harus dihentikan apapun konsekuensinya.
Cerita indah tidak akan berkesan, dan cerita burukpun hanya menjadi momok dalam kehidupan. Sakit yang dirasakan oleh pasangan tertuduh sulit untuk disembuhkan dan dapat dipastikan selamanya dia tidak akan kembali pada hal yang telah perih dialaminya.
Di sisi yang lain, sang emosionalpun merasakan sakit. Sakit saat cinta yang di cintainya berubah menjadi benci. Penyesalan besar merupakan ujung dari ulah yang dibuatnya.
Ya... semua patah hati, semua sakit hati. Jika anda mengalaminya, lakukanlah kesibukan kesibukan yang dapat mengalihkan perhatian anda. Tapi bukan berarti anda diam. Jadikan kejadian itu sebagai cambuk, sebagai kaca bagi anda untuk mengubah cara memperlakukan cinta. Berjanjilah pada diri sendiri untuk tidak mengulangi hal yang sama pada cinta berikutnya yang akan datang. Bila anda masih mengharapkannya, berilah dia waktu untuk membuka hati kembali untuk anda, tetap berdoa dan berusaha untuk menjadi insan yang lebih baik lagi dari apa yang telah anda lakukan kepadanya sewaktu dulu. Bila memang tak bisa lagi anda kembali kepadanya, berdoalah kepada Allah untuk mempertumukan anda dengan cinta yang lain.
Sesungguhnya Allah itu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang selalu kita inginkan. Dan ingat, Allah maha adil bagi umatnya yang bertakwa.
Kamis, 02 September 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar